Mengubah Koridor Sepanjang 36 Meter Jadi Entrance Aesthetic di Quarter Space
Insights, Inspiration, Quarter Space
Kebanyakan orang nggak mikirin perjalanan sebelum sampai di suatu tempat. Tapi untuk Quarter Space, spot nongkrong sekaligus billiard baru di Pakupatan, Serang, perjalanan itu justru jadi kesan pertama dan semuanya dimulai dari koridor sepanjang 36 meter.
Koridor 36 meter itu brief yang nggak mudah. Kepanjangan buat jadi pintu masuk yang cepat, tapi juga terlalu sempit buat jadi ruang tersendiri — jenis area yang, kalau dibiarkan apa adanya, cuma jadi lorong yang buru-buru dilewati orang, bukan dinikmati. Untuk venue yang dibangun buat orang santai lama-lama sambil main billiard dan makan bareng teman, itu masalah yang layak diselesaikan dengan serius.
Ideas
Daripada melawan panjangnya koridor, kami justru memanfaatkannya. Kami mengubah koridor jadi terowongan pintu masuk dengan bentuk yang dinamis dan melengkung. Lengkungan ini memecah garis pandang, jadi ruang di dalamnya terungkap bertahap, bukan langsung terlihat semua sekaligus, dan mengubah area yang tadinya cuma fungsional jadi bagian dari pengalaman itu sendiri.
Sekarang, Quarter Space punya delapan meja billiard reguler, satu VIP room privat, dan menu makanan-minuman lengkap. Ruangnya sudah “memperkenalkan diri” bahkan sebelum tamu sampai ke meja billiard. Yang tadinya keterbatasan 36 meter, sekarang justru jadi ciri khas venue ini: tamu datang dengan rasa penasaran, bukan sekadar lewat.
Kenapa Ini Penting Kalau Kamu Sedang Membangun Venue
Lahan dengan bentuk yang aneh (seperti koridor panjang, sudut sisa, atau denah yang proporsinya nggak biasa) lebih sering ditemui daripada yang orang kira, apalagi di lahan urban yang padat. Pelajaran dari Quarter Space bukan “hindari lahan yang sulit.” Tapi keterbatasan, kalau ditangani dengan niat yang jelas, justru bisa jadi hal yang paling diingat orang dari sebuah ruang.
Lagi mikirin ruang dengan layout yang tricky? Ngobrol sama kami, karena lahan yang aneh-aneh itu memang keahlian kami.
