Works Department Company Journal Contact

Rumah Mepet Tetangga? Ini Cara Tetap Dapat Cahaya dan Angin

Insights, Inspiration, Residential

Di tulisan sebelumnya tentang “ketiak bangunan”, yaitu celah di sisi rumah yang bikin cahaya dan angin masuk dengan leluasa. Tapi banyak orang langsung bertanya: “Lahan saya mepet tembok tetangga kiri dan kanan, gimana dong?”

Pertanyaan yang wajar, apalagi di kota seperti Jabodetabek yang lahannya makin sempit. Kabar baiknya, rumah yang mepet bukan berarti pasti gelap dan pengap. Ada beberapa akal desain yang bisa dipakai untuk “meminjam” cahaya dan angin dari arah lain, dan kali ini kita bahas satu per satu dengan bahasa yang santai.

Kenapa rumah mepet cenderung gelap dan pengap?

Sederhana saja: bukaan hanya tersedia di depan dan belakang. Kalau sisi kiri dan kanan tertutup tembok tetangga, bagian tengah rumah jadi “kantong” yang jauh dari cahaya dan angin. Ruang yang paling sering dipakai, seperti dapur dan ruang makan, malah sering ada di situ.

PP 16/2021 mewajibkan setiap bangunan punya sistem penghawaan dan pencahayaan, alami maupun buatan (Pasal 36 dan 37). Kalau ventilasi alami tidak bisa dipenuhi, harus disediakan ventilasi mekanis. Artinya, kalau desainnya tidak cerdik, kamu akan bergantung pada kipas, AC, dan lampu sepanjang hari, dan tagihan listrik jadi ikut naik.

Pinjam cahaya dan angin dari atas

Kalau sisi samping tertutup, arahnya pindah ke atas. Departemen Energi AS menyebut bahwa skylight dan solar tube bisa membawa cahaya matahari ke ruangan, bahkan ke ruang dalam yang tidak punya jendela. Ide yang sama bisa diwujudkan dalam bentuk lain, misalnya void atau bukaan atas di area tengah rumah. Bentuknya boleh macam-macam, yang penting ada “sumur” cahaya yang menjangkau ruang tengah.

Untuk angin, pakai prinsip ventilasi alami: udara masuk lewat bukaan bawah, naik, lalu keluar lewat bukaan atas. Jadi tanpa ventilasi silang kiri-kanan, kamu tetap bisa membuat “silang” secara vertikal. 

Jangan lupa, cahaya dan angin juga perlu dijinakkan

Bukaan atas itu enak, tapi bisa jadi bumerang kalau asal. Jendela dan skylight yang ditempatkan dengan hati-hati memberi cahaya gratis sekaligus melindungi dari silau dan panas berlebih. Peneduh seperti overhang, louver, dan kisi-kisi membantu mengendalikannya, dan jendela yang menghadap timur atau barat memang lebih sulit dikontrol panasnya. Di iklim tropis seperti Indonesia, matahari sangat terik, jadi peneduh sebaiknya dipikirkan sejak awal, bukan ditambah belakangan.

Setiap lahan punya cerita sendiri. Posisi void, ukuran bukaan, dan jarak ke batas persil harus menyesuaikan kondisi lahan dan aturan setempat, sehingga paling aman dibicarakan dulu dengan arsitek sebelum membongkar atau menambah bukaan.

Mau rumahmu lebih terang dan adem, tanpa salah bongkar? Ngobrol dulu dengan tim Commo Works sebelum mulai renovasi. Kirim denah atau foto rumahmu dan kita lihat bareng celah cahaya dan angin apa yang masih bisa dimanfaatkan.